Mutiara Kata

Kegagalan biasanya merupakan langkah awal menuju sukses, tapi sukses itu sendiri sesungguhnya baru merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses *** Di masa muda kita belajar, di masa tua kita mengerti *** Jika air jalinan cinta kita berbeda, Air kita tetap menetes dari awan yang sama, Atau jika nasab kita yang berbeda, Kita disatukan oleh agama Yang kita dudukkan laksana orang tua. Jika pertemuan di dunia itu sudah bermakna, Maka di padang makhsyar pun kita akan berjumpa, Engkau persaudarakan kami di atas cinta kepada Allah, Harta benda tidak akan mempengaruhi persaudaraan ini, (Dr. A’idh Al […]

Friday, April 30, 2004

Mawar Al Hany 14+

Sore yang indah. Surya begitu gagahnya sehingga awan tak mampu membendung cahayanya. Lambaian sepoi daun kelapa dan bunyi deburan ombak yang tak henti-hentinya membuat suasana begitu indah. Tak begitu dengan hatiku. Hati yang hancur dan pilu. Sesuatu harus diakhiri disini. Di tempat yang Indah ini.
Lembar demi lembar aku baca surat itu. Tak habis pikir akupun mengerti apa yang sedang terjadi. Begitu singkat dan penuh tanda-tanya, apa yang telah aku perbuat sehingga tak ada kata untuk berharap. Kutatap dirinya yang telah menjauh di sampingku. Tatapan yang penuh pengharapan akan pengampunan. Tak sanggup aku melihat mata hatinya yang begitu tulus telah memberikan aku pengalaman selama ini. Tak sanggup aku melihat betapa benci matanya melihatku yang tak pernah bisa mengerti akan dirinya. Tak sanggup aku rentangkan tangan ini untuk merangkul dirinya yang begitu marah kepadaku.
Ku angkat mukaku dan bertanya, apakah ini harus terjadi?. dan mengapa harus saat ini? tidak adakah hari esok ketika fajar tidak terbit dan ketika siang tidak pernah ada bahkan malam yang tak kunjung tiba....? mengapa harus saat ini, ketika hatiku merasakan kebhaagian hidup, kedewasaan pria sebagai pelindungmu. Mengapa di tempat ini yang begitu indah saat itu... apakah tidak bisa di tempat lain yang tidak akan menyisakan suatu kenangan yang akan menyakitkan bila di kenang.... mengapa tidak dari dulu ketika aku belum mengucapkan "kata itu".
Malam begitu sunyi... dingin dan penuh misteri. Adakah sosok jiwa akan bertandang ke dalam mimpiku dan memberikanku sebuah pujian? Adakah sebuah mimpi yang akan menyadarkan aku dari mimpiku sebenarnya...? Ah.. ternyata aku tak bermimpi.... kudapati diriku menangis, tercabik hatiku dalam setiap keterjagaanku. Inikah rasanya jauh dari cinta?.......