Mutiara Kata

Kegagalan biasanya merupakan langkah awal menuju sukses, tapi sukses itu sendiri sesungguhnya baru merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses *** Di masa muda kita belajar, di masa tua kita mengerti *** Jika air jalinan cinta kita berbeda, Air kita tetap menetes dari awan yang sama, Atau jika nasab kita yang berbeda, Kita disatukan oleh agama Yang kita dudukkan laksana orang tua. Jika pertemuan di dunia itu sudah bermakna, Maka di padang makhsyar pun kita akan berjumpa, Engkau persaudarakan kami di atas cinta kepada Allah, Harta benda tidak akan mempengaruhi persaudaraan ini, (Dr. A’idh Al […]

Friday, December 24, 2004

berapa lama kita di kubur?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira  di
atas jalanan Menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya  yang
kebesaran melambai lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang  es krim
sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan
kirinya mencengkram ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak
kekanan dan kemudian duduk di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti
Muhammad 19-10-1905:20-01-1965" "Nak, ini kubur nenekmu mari kita  berdo'a
untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan  ayahnya
yang mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti  ayahnya. Ia
mendengarkan ayahnya berdo'a untuk neneknya...

"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya yah." Ayahnya mengangguk
sembari tersenyum sembari memandang pusara Ibu-nya. "Hmm, berarti nenek
sudah meninggal 36 tahun ya yah..." kata Yani berlagak sambil matanya
menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 36
tahun ... "  Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak  kuburan
di sana. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut  "Muhammad
Zaini : 19-02-1882 : 30-01-1910" "Hmm.. kalau yang itu sudah  meninggal 91
tahun yang lalu ya yah" jarinya menunjuk nisan disamping  kubur neneknya.
Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat  mengelus kepala anak
satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang  ayah menatap teduh mata
anaknya. "Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa  kalau kita mati, lalu di
kubur dan kita banyak dosanya, kita akan  disiksa di neraka " kata Yani
sambil meminta persetuj! uan ayahnya. "Iya  kan yah?" Ayahnya tersenyum,
"Lalu?"

"Iya .. kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 36 tahun
dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 36 tahun
nenek senang di kubur .... ya nggak yah?" Mata Yani berbinar karena bisa
menjelaskan kepada ayahnya pendapatnya. Ayahnya tersenyum, namun sekilas
tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas..... "Iya nak, kamu pintar,"
kata ayahnya pendek.

Pulang dari Pemakaman, ayah Yani tampak gelisah di atas sajadahnya,
memikirkan apa yang dikatakan anaknya ... 36 tahun ... hingga sekarang
...kalau kiamat datang 100 tahun lagi ....136 tahun disiksa .. atau
bahagia di kubur .... Lalu ia menunduk ... meneteskan air mata ...

Kalau ia meninggal .. lalu banyak dosanya ... lalu kiamat masih 1000  tahun
lagi berarti ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi wa inna  ilaihi
rooji'un ... air matanya semakin banyak menetes.....Sanggupkah ia  selama
itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan ..kalau 2000  tahun lagi
? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur  .. lalu
setelah dikubur? Bukankah akan lebih parah lagi? Tahankah?  Padahal melihat
adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah  tak tahan?

Ya Allah ...ia semakin menunduk .. tangannya terangkat keatas..bahunya
naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya  .....
Allahumma as aluka khusnul khootimah berulang kali di bacanya doa  itu
hingga suaranya serak ... dan ia berhenti sejenak ketika terdengar  batuk
Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan bambu... dibetulkannya
selimutnya. Yani terus tertidur ...tanpa tahu, betapa sang bapak sangat
berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya .. arti Sebuah
kehidupan... dan apa yang akan datang di depannya...

2 comments:

Yani said...

berapa lama ya ron? i can'T imagine that..
ngebayangin di siksa di kubur aja dah bikin badan aku ngilu-ngilu gini... apalagi berapa lamanya...

semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT..
dan juga diselamatkan di dunia dan di akhirat :)

roni said...

amiin,,
semoga saja kita selalu diberikan kekuatan iman dalam menjalani hidup ini sehingga kita mampu menegakkan Islam dengan sepenuhnya.
Semoga Allah SWT membberikan HIdayahnya kepada kita semua, amiin ya Rabbal Aalamiin.