Mutiara Kata

Kegagalan biasanya merupakan langkah awal menuju sukses, tapi sukses itu sendiri sesungguhnya baru merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses *** Di masa muda kita belajar, di masa tua kita mengerti *** Jika air jalinan cinta kita berbeda, Air kita tetap menetes dari awan yang sama, Atau jika nasab kita yang berbeda, Kita disatukan oleh agama Yang kita dudukkan laksana orang tua. Jika pertemuan di dunia itu sudah bermakna, Maka di padang makhsyar pun kita akan berjumpa, Engkau persaudarakan kami di atas cinta kepada Allah, Harta benda tidak akan mempengaruhi persaudaraan ini, (Dr. A’idh Al […]

Friday, December 09, 2005

pernikahan dini


pernikahan dini terkadang menurut pandangan sebagian orang adalah hal yang kurang baik, dan ada juga yang berpendapat bahwa pernikahan itu sebaiknya dilakukan lebih awal (dini). kita tidak bisa menyalahkan salah satunya, artinya kedua pendapat tersebut benar menurut alasan dan siapa yang memahami alasan keduanya.

alasan mengapa pernikahan dini kurang baik:
  • kurangnya rasa saling mengenali watak dan sifat antar pasangan.
  • kemungkinan ego masing-masing masih tinggi, karena kurangnya pengendalian diri.
  • kurangnya pengalaman hidup, terutama pahit nya kehidupan berkeluarga.
alasan mengapa pernikahan dini dianjurkan:
  • menghindari perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama islam
  • mendapatkan keturunan yang lebih awal sehingga ketika kita sudah tua anak-anak kita sudah besar dan mandiri.
  • memacu semangat kerja, karena ada tanggungan.
beberapa alasan di atas memang sedikit dari sekian banyak alasan mengapa orang menganggap pernikahan dini itu baik dan tidak.
saya sendiri memiliki banyak teman yang mereka menikah lebih muda. mereka menceritakan kepada saya bahwa jangan kamu menganggap bahwa dengan menikah hidup kamu akan menjadi lebih susah. justru dengan menikah maka kehidupan mu akan menjadi lebih terurus.
saya bilang ke teman saya, "saya masih belum siap". "siap apa? dia bilang, "ya saya belum siap materi dan jiwa".

teman saya bilang "pernikahan bukan karena materi, bukan karena jiwa, tapi pernikahan ialah pernikahan. dimana kamu delah berikrar untuk menjadi suami dan istri yang akan sama-sama menjalankan kehidupan ini. bukan lantaran kamu belum memiliki pekerjaan tetap, terus kamu jadi takut menikah yang penting tetap bekerja. bukan lantaran belum punya rumah terus takut menikah" lanjutnya "ingatlah bahwa Allah telah menjamin rezki bagi semua mahluk ciptaanya, jangan berfikir nanti saya kasi makan apa keluarga saya, Janji Allah selalu ditepati, cuman kadang permasalahannya ada pada diri kita, keyakinan kita pada apa yang telah Ia janjikan terkadang masih kurang."
teman saya mengumpamakan bahwa seekor cecak yang makanannya adalah nyamuk yang terbang sedangkan ia sendiri tidak mampu terbang masih bisa hidup, disiapkan oleh Allah rezki baginya.
saya jadi merasa tidak punya alasan untuk menunda-nunda, keinginan untuk membina rumah tangga sepertinya sudah menjadi niat saya. niat untuk beribadah di jalan Allah.

semoga Allah memudahkan segala urusanku dalam beribadah kepada Nya.
amin-amin ya Rabbal Alamin.

Thursday, December 01, 2005

selamat tinggal siemens c45

Nggak terasa dah masuk Desember, so it's mean that 2005 will leave us soon. Good bye 2005 and wellcome 2006. wish everything better than before.

"2 minggu yang lalu tepatnya hari jum'at hp siemens c45 ku hilang dikamar alias dicuri. sedih juga sih, abis dah lama banget si c45 setia menemaniku. tapi kasian yang ngambil soalnya ngk mungkin bisa jual lebih dari 100 ribu. tuh "ha pe" jelek dan keypadnya udah ngk bisa dikenali. abis cat nya dah pada luntur.
selama 2 minggu aku ngk pake "ha pe" kecuali ada temen yang mau masukin lagu ke ha pe nya ya aku bisa pake beberapa hari."

kemarin setting koneksi dari XL pake RAS 5200, wah sulit banget. padahal dah beli 2 buku dan download referensi dari internet tetep aja ngk bisa. dasar emang aku yang bodoh kali ya.
nggak apa apa sih, itung-itung cari pengalaman and dapet belajar nyeting cisco router.

Tuesday, October 18, 2005

antara "cinta" dan "cinta"

"manusia bisa berencana namun semuanya menunggu keputusan Tuhan"
itulah sebuah ungkapan kebenaran, dimana kita hanya dapat berusaha dan berencana namun Tuhan yang akan menentukan.
ketika kita mencintai kekasih kita, pujaan hati kita, terkadang banyak hal yang kita kesampingkan. orang tua, keluarga, sahabat bahkan tidak jarang orang lupa kepada Tuhan.
terkadang kecintaan kita membuat kita lupa akan semuanya, padahal kita tidak pernah tau apakah dia seorang yang lebih baik dari orang-orang terdekat kita yang jauh lebih dulu mencintai kita. emosi dan egois membutakan mata hati kita, cinta mengikis iman kita.....
pertanyaanya adalah sampai sejauh mana cinta mampu membahagiakan manusia?
apakah lantaran berada di sampingnya membuat kita akan bahagia selamanya? lalu untuk apa kita diperintahkan untuk bekerja? ataukah dengan cinta orang akan mampu menghapus rasa haus dan laparnya?
kita mungkin setuju bahwa bahagia itu adanya di hati, dan kita tak akan mengelak bahwa hati akan tenang bila ada penawarnya. dan sebaik-baik penawar adalah Alqur'an dan sebaik-baik cinta adalah cinta hamba kepada penciptanya.
mudah memang mengucapkanya namun sangat sulit menjalankannya... butuh kesabaran dan istiqomah.

untuk sahabatku yang sedang menghadapi masalah..... berdoalah dan kamu akan dapati sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Tuesday, April 19, 2005

KoMPie BaRu


si gray

roni

just type

dah lama ya aku nggak posting, abis sibuk banget di kantor banyak sekali tugas yang mesti diselesein. mudah-mudahan 30 april mendatang kalo tidak ada aral-melintang di warnet akan di uji coba koneksi baru menggunakan Pro XL. jadi lumayan cepet, 256Kbps....wuiiih gmana ya rasanya surfing and downloading. tapi tentunya pekerjaan makin berat, soalnya harus extra biar biaya operasinya bisa ketutup, kalo bisa untung. menurut perkiraan target yang harus dicapai minimal 10jt. itu baru biaya koneksi ke Pro xl. belum gaji karyawan dan sebagainya,..... wah disatu sisi emank enak sih dapet akses internet yang cepet. tapi kerjanya booo,...
but atleast we try. never say no before trying.

well ngk terasa dah bulan april, itu berarti dah setahun lo ".1." sendiri sih nggak tapi emank sendiri. hehehehe. bulan ini juga dek any ultah yang ke brapa ya ...23... mungkin. met ultah aja deh mudahan semakin diberi kekuatan dalam menyelesaikan kuliahnya.
jangan lupa intropeksi diri...(kayak ink bsa intropeksi diri aja) heheheh kan kasi saran boleh kan.

oh iya ini juga baru ngetes laptop baru. (maksudnya baru dikasih) thanks pak don. walau laptop pentium induk alias 1. tapi lumayan lah buat belajar. sapa tau bisa perbaikin nanti.
nih ink sisipkan gambarnya si "gray" (nama laptopnya)

Thursday, March 03, 2005

Diam itu emas

Braaak!!!.... kamu bukan warga desa ini, katanya kamu tidak setuju saya menjadi Kepala Desa di sini, kamu juga tidak memilih saya waktu pemdes (red; pemilihan desa) kemarin, terus kenapa kamu minta tanda tangan saya untuk membuat KTP!. Seru Pak Adji Kepala Desa Sukahati. Ini surat keterangan mengakui bahwa saya adalah Kepala Desa sah disini jadi tanda tangani atau kamu tidak akan mendapatkan KTP. Muka Pak Adji sudah mulai memerah dan urat lehernya tertarik keluar seakan ingin melumat pemuda yang ada di depannya.
Yani nampak sedikit kecewa dengan tanggapan sang Kades. "Kalau tidak mau tanda tangani ya tidak apa-apa pak" kata Yani dengan nada agak tinggi. "Daripada harus menandatangi surat pengakuan ini" sambil menunjuk map kuning yang berisi surat pengakuan Kepala Desa. Yani berlalu sambil terus ngedumel.
Memang hubungan antara Kepala Desa dengan sebagian warga kampung Manggadua kurang harmonis. Ini berawal ketika sang Kades menrima surat dari Pemda Kabupaten bahwa akan ada perubahan struktur kepengurusan Desa terutama Penghulu Desa. Peraturan Daerah tersebut menginstruksikan bahwa semua lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa harus di sahkan oleh Kepala Desa. Artinya perangkat Desa yang belum menerima Surat Keputusan dari Desa berarti belum sah menjadi aparat Desa. Kades serasa mendapat angin ketika mendapati Perda tersebut. Spontan saja Kades tersebut membuat pengumuman tentang pergantian Penghulu Kampung. Ya.. Penghulu kampung harus diganti katanya. Karena sudah terlalu lama menjabat menjadi Penghulu kampung. Itu bukanlah satu-satunya alasan kenapa Penghulu kampung tersebut hars diganti tetapi lebih jauh lagi adalah masalah pribadi sang Kades dengan Penghulu tersebut.
Pak Ahmad adalah seorang yang jujur dan sabar, ia terpilih menjadi penghulu kampung Mangga Dua sejak 15 tahun silam. Kesabaran dan kerendahan hatinya membuat warga kampung senang bergaul dengan Pak Ahmad. Pak Ahmad orang yang pas-pasan, hidup dari mengerjakan sawah pecatu (sawah Desa yang diberikan ke aparat Desa).
::.....
Kantor Desa.
"Perda ini telah jelas memberi wewenang kepada Bapak untuk mengeluarkan SK kepada setiap aparat desa termasuk penghulu Kampung" kata Muhlis, seorang anggota BPD (Badan Perwakilan Desa). Memang semua aparatur desa yang tercantum dalam Struktur Desa harus diberikan SK oleh Kades dan masa tugas mereka hanya 5 tahun sejak SK diterbitkan, begitu kira-kira bunyi Perda tersebut.
"Kalau begitu siapkan tim untuk melakukan jajak pendapat tentang Penghulu Kampung" Kades dengan semangat. "Minta warga mengumpulkan tandatangan yang menghendaki diadakannya pemilihan Penghulu kampung" lanjutnya.
Pak Adji sang Kades adalah orang kaya, ia berhasil memperoleh Sarjana Hukumnya di sebuah universitas di kota dengan membayar sejumlah Dekan dan Rektor. Sejak kecil dia hidup dalam kecukupan dan tanpa persaingan, apa yang ia kehendaki akan terwujud. Dulu ketika Radio baru masuk kampung, hanya Bapaknya yang memilikinya dan warga kampung berbondong-bondong mendengarkan siaran Radio ke tempatnya. Mungkin hal inilah yang membentuk watak Kades ini menjadi sombong dan tidak mau mendengarkan pendapat orang. Ada banyak orang pintar di Kampung itu namun tak satupun yang ia ajak duduk bersama untuk membahas tentang perkembangan Kampung, malahan ia bergaul dengan preman dan maling.
Rencana mengumpulkan tandatangan untuk aspirasi masyarakat akhirnya terjadi juga. Adalah Satar seorang mata duitan yang masih keluarga Kades menjalankan tugas tersebut.
"Ini tandatangani kita akan memilih Penghulu Kampung" katanya kesetiap warga. Namun ada juga warga yang enggan menandatangani karena mereka beranggapan kalo Penghulu Kampung masih layak kenapa tidak disahkan aja, nanti kalau sudah 5 tahun baru kita pilih lagi. Polemik pun bergulir. Warga yang merasa diakalin oleh Satar akhirnya mendatangi Penghulu Kampung. Mereka menanyakan perihal tersebut. "Ada Perda yang mengatakan kalau Penghulu Kampung harus dipilih" kata Pak Ahmad penghulu kampung. "Saya oleh Kades diminta untuk mengundurkan diri kemudian akan diadakan Pemilihan kembali". "Tidak bisa begitu Penghulu kampung bukan termasuk aparat Desa itu karena yang memberikan pecatu adalah Kampung bukan pemerintah". kata pak Badrun yang tidak senang dengan perilaku Kades. "Mereka salah mengartikan Perda tersebut, kalaupun mereka ingin melaksanakan Perda tersebut mereka hendaknya mensosialisasikan terlebih dahulu" tandasnya, "jangan asal pecat". Keadaan semakin tidak nyaman warga yang pro Penghulu mulai mengadakan rapat. Mereka bermaksud mendatangi Kantor Desa untuk mendapatkan penjelasan dari Kepala Desa secara langsung.
Bukannya kebetulan, dua hari berikutnya beberapa tokoh masyarakat mendapat undangan rapat di kantor desa guna membahas Perda tersebut.
Pagi itu suasana cerah, di kantor desa telah banyak undangan yang hadir termasuk utusan kecamatan. Rapat dibuka oleh Sekdes Pak Tamin. Dia menjelaskan tentang tujuan rapat diadakan kemudian membeirikan kesempatan kepada Kepala Desa untuk memberikan alasan mengapa Perda tersebut harus di laksanakan. "Perda tersebut adalah amanat daerah yang harus dilaksanakan oleh Kepala Desa, apapun resikonya" paparnya di akhir pidatonya. "kalau ada yang tidak setuju silahkan ajukan ke PTUN" tantangnya. seraya menutup pidatonya. Suasana menjadi panas ketika Kepala Desa langsung meminta Pak Tamin menutup acara tersebut. "Maaf pak Kades, kami disini karena diundang oleh Desa, kami rela meninggalkan tugas dikantor karena pentingnya acara ini. Dan jelas sekali isi undangan tersebut adalah rapat Desa. Kalau saya tidak salah yang namanya rapat adalah pertemuan untuk saling bertukar pikiran guna mencapai suatu mufakat. Kalau sekarang rapat ini ditutup setelah Anda Pidato itu bukan rapat." Pak Badrun tanpa menunggu ijin angkat bicara. "alangkah baiknya kalau sebelum acara ini selesai kami yang diundang ini diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat atau sekedar bertanya, mengapa hal ini mesti terjadi" tambahnya.
Akhirnya hadirin dipersilahkan untuk menanggapi dan bertanya. Kebanyakan hadirin tidak menyetujui rencana Kades untuk mengganti Penghulu secara sepihak, lebih baik keluarkan saja SK untuk Penghulu yang sudah ada dan kita tunggu samapai 5 tahun mendatang untuk diadakan pemilihan kembali. Kades tidak terima bahkan memaksa Pak Tamin untuk menutup rapat tersebut walau warga tidak puas. .......

bersambung....

Monday, January 31, 2005

sepi

sepi..
tanpa ada yang memandang..
tatapan yang selalu aku rasakan..
tak ada lagi,
entah hilang atau mungkin tak ada lagi..
aku coba tetap tersenyum di antara kebuntuan otak-ku..
melenyapkan kenangan bersama-mu..
derita tanpa tangisan.. berpadu dengan kegalauan hati..
kemana lagi aku mencari tatapan itu..

Saturday, January 22, 2005

my friends [sahabat-sahabatku] behind the scenes

Mataram kota 3 temanku. Disana mereka tinggal sejak mereka kecil, bermain bersama disebuah playgroup di pinggir pantai kota itu. Mereka sangat serasi walau mereka memiliki banyak perbedaan. Satu dari mereka tipe seorang pemimpin, satunya lagi seorang penasihat namun yang satunya seorang pendengar dan pengalah (read; suka mengalah). Mereka seperti 3 saudara kandung, ukuran tubuh mereka yang mungil tidak membuat otak mereka kecil juga. Mereka rata-rata memiliki IQ yang bagus. Namun di kelas mereka bersaing dengan baik. Sifat si Pemimpin membuat mereka menjadi disiplin, namun terkadang seperti dipaksakan. Si Penasihat juga kadang kadang lebih kacau dari yang dinasihati, namun dia sangat periang. Si Pendengar setia dan cenderung mengalah, sering sekali menjadi penerima konsekwensi. Terkadang dia harus menelan kepaitan itu sendiri tanpa mau membaginya namun selalau memberikan kesenangannya kepada yang lain.
Si Pemimpin selalu mengutamakan pendapatnya walaupun tidak juga menolak pendapat yang lain. Dia adalah sebuah pembuat keputusan. sampai hal-hal terkecil pun. Namun Si Penasihat sering juga membangkang dari apa yang diperintahkan, tidak demikian dengan si Pendengar.
 
Persahabatan mereka berlanjut hingga mereka memasuki SMU. Karena mereka memiliki IQ yang bagus, tidak heran kalau mereka bisa masuk SMU Favorite di kota nya. Watak asli mereka tetap seperti dulu. Yang jelas lebih creatif dan berwawasan. Di SMU tidak banyak perubahan dari mereka kecuali mereka telah berjilbab, kecuali si Penasihat.
Waktu pun berjalan tanpa pernah bosan. Mereka akhirnya berpisah disini. Si Penasihat melanjutkan kuliah di sebuah Universitas terkemuka di Malang, sedangkan Si Pendengar dan Si Pemimpin diterima pada sebuah lembaga ikatan dinas pemerintah.
Ceritapun berlanjut....
 
Di masa dewasa mereka, banyak sekali masalah mulai dirasakan, perbedaan semakin membuat hidup menjadi semakin menarik. Hidup di rantau membuat mereka harus tetap survive. Dan di sinilah teman adalah segalanya. Banyak cerita terukir di tanah rantau mereka. Si Pemimpin tetap menjadi pemimpin dan Si Pendengar mulai tidak mendengarkan namun masih sedikit. Namun tetap mereka adalah THE A TEAM. Bayangin aja deh... dari SD ampe GD bersama namun tetep rukun.
Solidaritas dan Loyalitas mereka tidak diragukan lagi.
 
Keterbukaan dan sifat berbagi terkadang jarang sekali muncul dari Si Pemimpin dan ini akan menjadi sebuah ukuran bahwa dia akan menjadi seorang pengelola yang baik. Sifatnya yang hati-hati membuat ia lebih dulu sukses dari yang lainnya.
Dengan sifat keterbukaan dan gampang menerima, Si Pendengar ini memiliki kelebihan sosial yang tinggi namun kurang hati-hati membuat ia menjadi sedikit lemah. Lemah dalam hal kurangnya percaya diri atas kemampuan yang ia miliki.
Berbeda dengan Si Penasihat, di terbuka dan keras yang akan membuatnya mendapatkan yang ia cita-citakan... Percaya dirinya patut di akui.
 
Aku mengenal mereka beberapa tahun yang lalu. Tak pernah aku memiliki teman-teman seperti mereka yang tidak hanya ada di saat kesenangan namun lebih sering sebagai penawar dikala hati gelisah. Mereka ciptakan celotehan hanya untuk membuat temannya tersenyum. Mereka jarang sekali berkata "tidak", bila meminta bantuan.
 
Sekarang mereka telah tumbuh dewasa, banyak keluh dan kesah yang aku sebagai teman mereka telah dengarkan. Aduan dan cerita mereka terkadang membuat aku bangga pada persahabatan mereka. Keberhasilan dan kemenangan sahabat adalah kemenangan dan keberhasilannya juga. Begitu juga dengan kebahagiaan seorang sahabat adalah kebahagiaan mereka.
 
sebuah cerita tentang sahabatku..