Mutiara Kata

Kegagalan biasanya merupakan langkah awal menuju sukses, tapi sukses itu sendiri sesungguhnya baru merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses *** Di masa muda kita belajar, di masa tua kita mengerti *** Jika air jalinan cinta kita berbeda, Air kita tetap menetes dari awan yang sama, Atau jika nasab kita yang berbeda, Kita disatukan oleh agama Yang kita dudukkan laksana orang tua. Jika pertemuan di dunia itu sudah bermakna, Maka di padang makhsyar pun kita akan berjumpa, Engkau persaudarakan kami di atas cinta kepada Allah, Harta benda tidak akan mempengaruhi persaudaraan ini, (Dr. A’idh Al […]

Thursday, December 01, 2005

selamat tinggal siemens c45

Nggak terasa dah masuk Desember, so it's mean that 2005 will leave us soon. Good bye 2005 and wellcome 2006. wish everything better than before.

"2 minggu yang lalu tepatnya hari jum'at hp siemens c45 ku hilang dikamar alias dicuri. sedih juga sih, abis dah lama banget si c45 setia menemaniku. tapi kasian yang ngambil soalnya ngk mungkin bisa jual lebih dari 100 ribu. tuh "ha pe" jelek dan keypadnya udah ngk bisa dikenali. abis cat nya dah pada luntur.
selama 2 minggu aku ngk pake "ha pe" kecuali ada temen yang mau masukin lagu ke ha pe nya ya aku bisa pake beberapa hari."

kemarin setting koneksi dari XL pake RAS 5200, wah sulit banget. padahal dah beli 2 buku dan download referensi dari internet tetep aja ngk bisa. dasar emang aku yang bodoh kali ya.
nggak apa apa sih, itung-itung cari pengalaman and dapet belajar nyeting cisco router.

Tuesday, October 18, 2005

antara "cinta" dan "cinta"

"manusia bisa berencana namun semuanya menunggu keputusan Tuhan"
itulah sebuah ungkapan kebenaran, dimana kita hanya dapat berusaha dan berencana namun Tuhan yang akan menentukan.
ketika kita mencintai kekasih kita, pujaan hati kita, terkadang banyak hal yang kita kesampingkan. orang tua, keluarga, sahabat bahkan tidak jarang orang lupa kepada Tuhan.
terkadang kecintaan kita membuat kita lupa akan semuanya, padahal kita tidak pernah tau apakah dia seorang yang lebih baik dari orang-orang terdekat kita yang jauh lebih dulu mencintai kita. emosi dan egois membutakan mata hati kita, cinta mengikis iman kita.....
pertanyaanya adalah sampai sejauh mana cinta mampu membahagiakan manusia?
apakah lantaran berada di sampingnya membuat kita akan bahagia selamanya? lalu untuk apa kita diperintahkan untuk bekerja? ataukah dengan cinta orang akan mampu menghapus rasa haus dan laparnya?
kita mungkin setuju bahwa bahagia itu adanya di hati, dan kita tak akan mengelak bahwa hati akan tenang bila ada penawarnya. dan sebaik-baik penawar adalah Alqur'an dan sebaik-baik cinta adalah cinta hamba kepada penciptanya.
mudah memang mengucapkanya namun sangat sulit menjalankannya... butuh kesabaran dan istiqomah.

untuk sahabatku yang sedang menghadapi masalah..... berdoalah dan kamu akan dapati sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Tuesday, April 19, 2005

KoMPie BaRu


si gray

roni

just type

dah lama ya aku nggak posting, abis sibuk banget di kantor banyak sekali tugas yang mesti diselesein. mudah-mudahan 30 april mendatang kalo tidak ada aral-melintang di warnet akan di uji coba koneksi baru menggunakan Pro XL. jadi lumayan cepet, 256Kbps....wuiiih gmana ya rasanya surfing and downloading. tapi tentunya pekerjaan makin berat, soalnya harus extra biar biaya operasinya bisa ketutup, kalo bisa untung. menurut perkiraan target yang harus dicapai minimal 10jt. itu baru biaya koneksi ke Pro xl. belum gaji karyawan dan sebagainya,..... wah disatu sisi emank enak sih dapet akses internet yang cepet. tapi kerjanya booo,...
but atleast we try. never say no before trying.

well ngk terasa dah bulan april, itu berarti dah setahun lo ".1." sendiri sih nggak tapi emank sendiri. hehehehe. bulan ini juga dek any ultah yang ke brapa ya ...23... mungkin. met ultah aja deh mudahan semakin diberi kekuatan dalam menyelesaikan kuliahnya.
jangan lupa intropeksi diri...(kayak ink bsa intropeksi diri aja) heheheh kan kasi saran boleh kan.

oh iya ini juga baru ngetes laptop baru. (maksudnya baru dikasih) thanks pak don. walau laptop pentium induk alias 1. tapi lumayan lah buat belajar. sapa tau bisa perbaikin nanti.
nih ink sisipkan gambarnya si "gray" (nama laptopnya)

Thursday, March 03, 2005

Diam itu emas

Braaak!!!.... kamu bukan warga desa ini, katanya kamu tidak setuju saya menjadi Kepala Desa di sini, kamu juga tidak memilih saya waktu pemdes (red; pemilihan desa) kemarin, terus kenapa kamu minta tanda tangan saya untuk membuat KTP!. Seru Pak Adji Kepala Desa Sukahati. Ini surat keterangan mengakui bahwa saya adalah Kepala Desa sah disini jadi tanda tangani atau kamu tidak akan mendapatkan KTP. Muka Pak Adji sudah mulai memerah dan urat lehernya tertarik keluar seakan ingin melumat pemuda yang ada di depannya.
Yani nampak sedikit kecewa dengan tanggapan sang Kades. "Kalau tidak mau tanda tangani ya tidak apa-apa pak" kata Yani dengan nada agak tinggi. "Daripada harus menandatangi surat pengakuan ini" sambil menunjuk map kuning yang berisi surat pengakuan Kepala Desa. Yani berlalu sambil terus ngedumel.
Memang hubungan antara Kepala Desa dengan sebagian warga kampung Manggadua kurang harmonis. Ini berawal ketika sang Kades menrima surat dari Pemda Kabupaten bahwa akan ada perubahan struktur kepengurusan Desa terutama Penghulu Desa. Peraturan Daerah tersebut menginstruksikan bahwa semua lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa harus di sahkan oleh Kepala Desa. Artinya perangkat Desa yang belum menerima Surat Keputusan dari Desa berarti belum sah menjadi aparat Desa. Kades serasa mendapat angin ketika mendapati Perda tersebut. Spontan saja Kades tersebut membuat pengumuman tentang pergantian Penghulu Kampung. Ya.. Penghulu kampung harus diganti katanya. Karena sudah terlalu lama menjabat menjadi Penghulu kampung. Itu bukanlah satu-satunya alasan kenapa Penghulu kampung tersebut hars diganti tetapi lebih jauh lagi adalah masalah pribadi sang Kades dengan Penghulu tersebut.
Pak Ahmad adalah seorang yang jujur dan sabar, ia terpilih menjadi penghulu kampung Mangga Dua sejak 15 tahun silam. Kesabaran dan kerendahan hatinya membuat warga kampung senang bergaul dengan Pak Ahmad. Pak Ahmad orang yang pas-pasan, hidup dari mengerjakan sawah pecatu (sawah Desa yang diberikan ke aparat Desa).
::.....
Kantor Desa.
"Perda ini telah jelas memberi wewenang kepada Bapak untuk mengeluarkan SK kepada setiap aparat desa termasuk penghulu Kampung" kata Muhlis, seorang anggota BPD (Badan Perwakilan Desa). Memang semua aparatur desa yang tercantum dalam Struktur Desa harus diberikan SK oleh Kades dan masa tugas mereka hanya 5 tahun sejak SK diterbitkan, begitu kira-kira bunyi Perda tersebut.
"Kalau begitu siapkan tim untuk melakukan jajak pendapat tentang Penghulu Kampung" Kades dengan semangat. "Minta warga mengumpulkan tandatangan yang menghendaki diadakannya pemilihan Penghulu kampung" lanjutnya.
Pak Adji sang Kades adalah orang kaya, ia berhasil memperoleh Sarjana Hukumnya di sebuah universitas di kota dengan membayar sejumlah Dekan dan Rektor. Sejak kecil dia hidup dalam kecukupan dan tanpa persaingan, apa yang ia kehendaki akan terwujud. Dulu ketika Radio baru masuk kampung, hanya Bapaknya yang memilikinya dan warga kampung berbondong-bondong mendengarkan siaran Radio ke tempatnya. Mungkin hal inilah yang membentuk watak Kades ini menjadi sombong dan tidak mau mendengarkan pendapat orang. Ada banyak orang pintar di Kampung itu namun tak satupun yang ia ajak duduk bersama untuk membahas tentang perkembangan Kampung, malahan ia bergaul dengan preman dan maling.
Rencana mengumpulkan tandatangan untuk aspirasi masyarakat akhirnya terjadi juga. Adalah Satar seorang mata duitan yang masih keluarga Kades menjalankan tugas tersebut.
"Ini tandatangani kita akan memilih Penghulu Kampung" katanya kesetiap warga. Namun ada juga warga yang enggan menandatangani karena mereka beranggapan kalo Penghulu Kampung masih layak kenapa tidak disahkan aja, nanti kalau sudah 5 tahun baru kita pilih lagi. Polemik pun bergulir. Warga yang merasa diakalin oleh Satar akhirnya mendatangi Penghulu Kampung. Mereka menanyakan perihal tersebut. "Ada Perda yang mengatakan kalau Penghulu Kampung harus dipilih" kata Pak Ahmad penghulu kampung. "Saya oleh Kades diminta untuk mengundurkan diri kemudian akan diadakan Pemilihan kembali". "Tidak bisa begitu Penghulu kampung bukan termasuk aparat Desa itu karena yang memberikan pecatu adalah Kampung bukan pemerintah". kata pak Badrun yang tidak senang dengan perilaku Kades. "Mereka salah mengartikan Perda tersebut, kalaupun mereka ingin melaksanakan Perda tersebut mereka hendaknya mensosialisasikan terlebih dahulu" tandasnya, "jangan asal pecat". Keadaan semakin tidak nyaman warga yang pro Penghulu mulai mengadakan rapat. Mereka bermaksud mendatangi Kantor Desa untuk mendapatkan penjelasan dari Kepala Desa secara langsung.
Bukannya kebetulan, dua hari berikutnya beberapa tokoh masyarakat mendapat undangan rapat di kantor desa guna membahas Perda tersebut.
Pagi itu suasana cerah, di kantor desa telah banyak undangan yang hadir termasuk utusan kecamatan. Rapat dibuka oleh Sekdes Pak Tamin. Dia menjelaskan tentang tujuan rapat diadakan kemudian membeirikan kesempatan kepada Kepala Desa untuk memberikan alasan mengapa Perda tersebut harus di laksanakan. "Perda tersebut adalah amanat daerah yang harus dilaksanakan oleh Kepala Desa, apapun resikonya" paparnya di akhir pidatonya. "kalau ada yang tidak setuju silahkan ajukan ke PTUN" tantangnya. seraya menutup pidatonya. Suasana menjadi panas ketika Kepala Desa langsung meminta Pak Tamin menutup acara tersebut. "Maaf pak Kades, kami disini karena diundang oleh Desa, kami rela meninggalkan tugas dikantor karena pentingnya acara ini. Dan jelas sekali isi undangan tersebut adalah rapat Desa. Kalau saya tidak salah yang namanya rapat adalah pertemuan untuk saling bertukar pikiran guna mencapai suatu mufakat. Kalau sekarang rapat ini ditutup setelah Anda Pidato itu bukan rapat." Pak Badrun tanpa menunggu ijin angkat bicara. "alangkah baiknya kalau sebelum acara ini selesai kami yang diundang ini diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat atau sekedar bertanya, mengapa hal ini mesti terjadi" tambahnya.
Akhirnya hadirin dipersilahkan untuk menanggapi dan bertanya. Kebanyakan hadirin tidak menyetujui rencana Kades untuk mengganti Penghulu secara sepihak, lebih baik keluarkan saja SK untuk Penghulu yang sudah ada dan kita tunggu samapai 5 tahun mendatang untuk diadakan pemilihan kembali. Kades tidak terima bahkan memaksa Pak Tamin untuk menutup rapat tersebut walau warga tidak puas. .......

bersambung....

Monday, January 31, 2005

sepi

sepi..
tanpa ada yang memandang..
tatapan yang selalu aku rasakan..
tak ada lagi,
entah hilang atau mungkin tak ada lagi..
aku coba tetap tersenyum di antara kebuntuan otak-ku..
melenyapkan kenangan bersama-mu..
derita tanpa tangisan.. berpadu dengan kegalauan hati..
kemana lagi aku mencari tatapan itu..

Saturday, January 22, 2005

my friends [sahabat-sahabatku] behind the scenes

Mataram kota 3 temanku. Disana mereka tinggal sejak mereka kecil, bermain bersama disebuah playgroup di pinggir pantai kota itu. Mereka sangat serasi walau mereka memiliki banyak perbedaan. Satu dari mereka tipe seorang pemimpin, satunya lagi seorang penasihat namun yang satunya seorang pendengar dan pengalah (read; suka mengalah). Mereka seperti 3 saudara kandung, ukuran tubuh mereka yang mungil tidak membuat otak mereka kecil juga. Mereka rata-rata memiliki IQ yang bagus. Namun di kelas mereka bersaing dengan baik. Sifat si Pemimpin membuat mereka menjadi disiplin, namun terkadang seperti dipaksakan. Si Penasihat juga kadang kadang lebih kacau dari yang dinasihati, namun dia sangat periang. Si Pendengar setia dan cenderung mengalah, sering sekali menjadi penerima konsekwensi. Terkadang dia harus menelan kepaitan itu sendiri tanpa mau membaginya namun selalau memberikan kesenangannya kepada yang lain.
Si Pemimpin selalu mengutamakan pendapatnya walaupun tidak juga menolak pendapat yang lain. Dia adalah sebuah pembuat keputusan. sampai hal-hal terkecil pun. Namun Si Penasihat sering juga membangkang dari apa yang diperintahkan, tidak demikian dengan si Pendengar.
 
Persahabatan mereka berlanjut hingga mereka memasuki SMU. Karena mereka memiliki IQ yang bagus, tidak heran kalau mereka bisa masuk SMU Favorite di kota nya. Watak asli mereka tetap seperti dulu. Yang jelas lebih creatif dan berwawasan. Di SMU tidak banyak perubahan dari mereka kecuali mereka telah berjilbab, kecuali si Penasihat.
Waktu pun berjalan tanpa pernah bosan. Mereka akhirnya berpisah disini. Si Penasihat melanjutkan kuliah di sebuah Universitas terkemuka di Malang, sedangkan Si Pendengar dan Si Pemimpin diterima pada sebuah lembaga ikatan dinas pemerintah.
Ceritapun berlanjut....
 
Di masa dewasa mereka, banyak sekali masalah mulai dirasakan, perbedaan semakin membuat hidup menjadi semakin menarik. Hidup di rantau membuat mereka harus tetap survive. Dan di sinilah teman adalah segalanya. Banyak cerita terukir di tanah rantau mereka. Si Pemimpin tetap menjadi pemimpin dan Si Pendengar mulai tidak mendengarkan namun masih sedikit. Namun tetap mereka adalah THE A TEAM. Bayangin aja deh... dari SD ampe GD bersama namun tetep rukun.
Solidaritas dan Loyalitas mereka tidak diragukan lagi.
 
Keterbukaan dan sifat berbagi terkadang jarang sekali muncul dari Si Pemimpin dan ini akan menjadi sebuah ukuran bahwa dia akan menjadi seorang pengelola yang baik. Sifatnya yang hati-hati membuat ia lebih dulu sukses dari yang lainnya.
Dengan sifat keterbukaan dan gampang menerima, Si Pendengar ini memiliki kelebihan sosial yang tinggi namun kurang hati-hati membuat ia menjadi sedikit lemah. Lemah dalam hal kurangnya percaya diri atas kemampuan yang ia miliki.
Berbeda dengan Si Penasihat, di terbuka dan keras yang akan membuatnya mendapatkan yang ia cita-citakan... Percaya dirinya patut di akui.
 
Aku mengenal mereka beberapa tahun yang lalu. Tak pernah aku memiliki teman-teman seperti mereka yang tidak hanya ada di saat kesenangan namun lebih sering sebagai penawar dikala hati gelisah. Mereka ciptakan celotehan hanya untuk membuat temannya tersenyum. Mereka jarang sekali berkata "tidak", bila meminta bantuan.
 
Sekarang mereka telah tumbuh dewasa, banyak keluh dan kesah yang aku sebagai teman mereka telah dengarkan. Aduan dan cerita mereka terkadang membuat aku bangga pada persahabatan mereka. Keberhasilan dan kemenangan sahabat adalah kemenangan dan keberhasilannya juga. Begitu juga dengan kebahagiaan seorang sahabat adalah kebahagiaan mereka.
 
sebuah cerita tentang sahabatku..

Wednesday, December 29, 2004

taon baru? ada yang baru ngk dari aku...

well... nampaknya 2004 bakal segera pamit dari kehidupan kita, semoga kebaikan yang telah kita kerjakan dapat ditingkatkan di taon 2005 mendatang.
mari berdoa semoga taon yang baru lebih baik dan berkurang cobaan dari Tuhan.
semoga apa yang kita rasakan saat ini (bencana, terorisme, kerusuhan dsb.) adalah cobaan bukan azab dari Tuhan.
amin ya Rabbal alamin..

Friday, December 24, 2004

berapa lama kita di kubur?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira  di
atas jalanan Menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya  yang
kebesaran melambai lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang  es krim
sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan
kirinya mencengkram ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak
kekanan dan kemudian duduk di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti
Muhammad 19-10-1905:20-01-1965" "Nak, ini kubur nenekmu mari kita  berdo'a
untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan  ayahnya
yang mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti  ayahnya. Ia
mendengarkan ayahnya berdo'a untuk neneknya...

"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya yah." Ayahnya mengangguk
sembari tersenyum sembari memandang pusara Ibu-nya. "Hmm, berarti nenek
sudah meninggal 36 tahun ya yah..." kata Yani berlagak sambil matanya
menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 36
tahun ... "  Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak  kuburan
di sana. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut  "Muhammad
Zaini : 19-02-1882 : 30-01-1910" "Hmm.. kalau yang itu sudah  meninggal 91
tahun yang lalu ya yah" jarinya menunjuk nisan disamping  kubur neneknya.
Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat  mengelus kepala anak
satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang  ayah menatap teduh mata
anaknya. "Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa  kalau kita mati, lalu di
kubur dan kita banyak dosanya, kita akan  disiksa di neraka " kata Yani
sambil meminta persetuj! uan ayahnya. "Iya  kan yah?" Ayahnya tersenyum,
"Lalu?"

"Iya .. kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 36 tahun
dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 36 tahun
nenek senang di kubur .... ya nggak yah?" Mata Yani berbinar karena bisa
menjelaskan kepada ayahnya pendapatnya. Ayahnya tersenyum, namun sekilas
tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas..... "Iya nak, kamu pintar,"
kata ayahnya pendek.

Pulang dari Pemakaman, ayah Yani tampak gelisah di atas sajadahnya,
memikirkan apa yang dikatakan anaknya ... 36 tahun ... hingga sekarang
...kalau kiamat datang 100 tahun lagi ....136 tahun disiksa .. atau
bahagia di kubur .... Lalu ia menunduk ... meneteskan air mata ...

Kalau ia meninggal .. lalu banyak dosanya ... lalu kiamat masih 1000  tahun
lagi berarti ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi wa inna  ilaihi
rooji'un ... air matanya semakin banyak menetes.....Sanggupkah ia  selama
itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan ..kalau 2000  tahun lagi
? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur  .. lalu
setelah dikubur? Bukankah akan lebih parah lagi? Tahankah?  Padahal melihat
adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah  tak tahan?

Ya Allah ...ia semakin menunduk .. tangannya terangkat keatas..bahunya
naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya  .....
Allahumma as aluka khusnul khootimah berulang kali di bacanya doa  itu
hingga suaranya serak ... dan ia berhenti sejenak ketika terdengar  batuk
Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan bambu... dibetulkannya
selimutnya. Yani terus tertidur ...tanpa tahu, betapa sang bapak sangat
berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya .. arti Sebuah
kehidupan... dan apa yang akan datang di depannya...

Wednesday, December 22, 2004

rinduku padamu

Aku mulai rasakan ketenangan, dikala aku kembali kepadaMU, tersirat harapan dalam diri yang lemah. Kerinduanku padaMU membuatku ingin selalu dekat denganMU. Aku merasa seperti terlambat, jauh tertinggal oleh orang-orang disekelilingku. Mereka begitu cepat menemukan nikmat ibadah. Senikmat meneguk air di padang pasir yang kering. Yang mereka akan tetap haus dan haus.
Kerinduanku semakin terasa ketika aku rasakan kekuatan ketika tanganku tersentuh air wudhu, tak lengkap rasanya sebelum memohon ampun kepadaMU.
Ampunilah hambamu yang lemah ini Ya Rabbi...

Wednesday, September 29, 2004

sajadah panjang

kubasuh mukaku, kusucikan pandanganku
kubasuh tanganku, mengharap ridhomu
.....
kubasuh kakiku, tegakkan langkahku ke hadiratmu
ya..... Allah, aku mohon agar setiap mendengar panggilanMu, hatiku tergugah menghadapmu..
berilah kekuatan pada kakiku, pada hatiku dan pada semua diriku.
hilangkan kemalasan dan keraguan padaku.... aku mohon ya Rabbi.... Sesungguhnya Engkau Maha segala-galanya....
berikanlah hidayahmu ya Allah, agar aku menemukan nikmat ibadah.
ya Allah kabulkanlah permintaan ku ini ya Allah....
Amin, amin, ya Rabbal 'alamiin

Monday, September 06, 2004


di kantor sama mas eril......
roni

enak nih ...
roni

Thursday, August 19, 2004

hihiiii jadi malu...

tadi malam habis dari kantor, ada perbaikan internet di rumahnya ibu Devy, pas mau berangkat ehh ada pak Rio Ogawa dateng bawa laptop yang katanya ngk pernah bisa conect internet. akhirnya saya pun setting punyanya pak Rio. sekitar 1 jam komputernya ngk bisa juga conect sedang pak Rio mau buru-buru ke Pizza Night. saya teringat kalo rumahnya pak Rio bersebrangan dengan rumahnya ibu Devy. saya dengan malu-malu minta di drop ke rumahnya ibu devy sambilan pak Rio pulang. pak Rio tidak keberatan, kami pun berangkat ke rumahnya ibu devy. sesampainya disana pak rio bilang kalau mau ditunggu dia akan tunggu, wah jadi ngk enak saya bilang saja kalau saya bisa pulang sendiri. pak Rio pun pergi ke pizza night. saya masuk ke rumahnya ibu Devy, ternyata ibu devy juga pergi ke pizza night..... hihihihiiii... akhirnya terjadi "penungguan" yang lumayan lama sampai pada akhirnya ada telpon dari ibu Devy.. legaaaa, dia bilang kalo saya boleh liatin laptopnya, katanya sih dah disiapin. saya menuju meja dimana laptopnya berada. nah ini dia laptopnya sambil dengan PD nya saya cabut kabel telpon yang masih tersambung ke pesawat telpon untuk dicolokin ke komputer. hahahahahahahah :)) :D ternyata tidak ada port untuk RJ 11 alias lubang buat masukin kabel telpon tersebut. saya cari-cari terus. tapi tidak ada tanda-tanda yang berarti. saya bongkar sana-bongkar sini. tetep nihil. saya hampir putus asa..... "tapi belum kan" hehee saya berfikir ini tantangan saya bilang dalam hati. namun kalo sampai ibu Devy dateng trus saya belum ketemu sama portnya kan susah..... ("gengsi") heheh benernya sih ngk gengsi-gengsi amat soalnya kompie nya kan termasuk kompie yang agak lama//// saya coba cari terus.. dan terus saking keselnya saya pencetin semua yang ada di kompie itu. eh taunya begitu pencet di samping kompie itu keluarlah tempat nyolokin port telpon itu... horeeeeee..... teriak hati saya .... untung saja ketemu... dan tidak lama kemudian ibu devy dan suami datang dengan membawa pizza... wah jadi ngk ketauan kalo tadi dah kebingungan nyari portnya..... bu Devy orangnya baik dan ramah dia menawarkan untuk makan malam, tapi saya bilang nanti aja, padahal udah laper banget tuh. cuman saya bilang ma dia kalo bisa saya dianter sampai di kantor lagi dan dia mengiakannya. akhirnya saya diantar samapi kantor. wah leganya sekaligus laper and ngantuk.

Saturday, August 07, 2004

3 months

tiga bulan berlalu, begitu cepat rasanya aku terbangun dari mimpi yang selalu menghantui setiap tidurku. sejenak aku tak pernah berfikir kalau dirimu akan membangunkanku. aku tertawa dalam lamunanku, berteriak aku dalam heningku. namun aku sadari ini hanya sebuah sapaan yang setiap orang bisa mendapatkannya. tidak seperti sapaan seperti dulu, dimana aku akan mendapatkan kehadirannya dalam darahku. aku sendiri semakin terhempas dalam kenangan bersamamu. ini membuat hidupku yang tenang dalam mimpi, kembali terjaga menghadapi kenyataan ini. aku merasa sendiri sekarang ini. tak tau mesti tersenyum atau menangis. tersenyum karena engkau kembali dalam hidupku, dan tau menangis karena engkau sahabatku. ...
3 bulan yang lalu aku mulai melupakan setiap detik kebersamaan kita. walau sulit aku lupakan semua, namun aku memiliki sesuatu yang baru dalam hidupku. sekarang aku kembali seperti 3 bulan yang lalu.....
ooohh hidup... mampukah aku kembali seperti seminggu yang lalu?
atau kah aku akan seperti 3 bulan yang lalu?

Friday, July 02, 2004

minta maaf

ngk tau mesti berbuat, berkata dan bersikap apa. semuanya seperti fatamorgana yang kita tidak tau mengapa mesti ada, namun hilang tanpa tentu. tak pernah aku impikan setiap detil dari perjalanan hidupku.
beku, kaku dan sendu...... tiap orang melihatku penuh dengan keindahan yang ada. padahal kebusukan menyelimuti, jiwaku. aku tak lebih dari penjaja narkotika yang tidak segan menyakiti korbanku. aku bagai perompak yang tega membunuh pengawalku.... dan masih banyak 'aku-aku' yang tidak bisa aku sebutkan,.
seorang temanku terkagum akan kemandirian hidupku.. iri mereka akan keadaanku.. namun tidak tau kah mereka aku ini.... aku sebenarnya ingin berkata "aku bukan seperti itu" aku ingin, tapi belum dapat aku ucapkan.....
kepada kalian aku utarakan semua ini... ya... kepada kalian. maafkan aku bila telah membuatmu merasa dibohongi, dibodohi olehku ini... aku benar-benar minta maaf...
......@@@@@@......

Sunday, June 20, 2004

Seorang pria dan pasangannya menikah dan acara pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dengan tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia..."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama. Malam itu mereka
sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman. Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir.

"Maaf, apakah aku harus berhenti, sayang?" tanyanya."Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan
semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia. "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata, "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang..."

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... menerima segala kekurangan2 nya... Bahkan ia pun sempat berpikir tentang apa-apa saja dari dirinya yang pasti akan ditulis oleh suaminya... Ia menunduk dan menangis...


Dalam hidup ini, kadang kita merasa dikecewakan dan disakiti Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk,mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita?

dari Email Ochits

Tuesday, June 15, 2004

Passed

When you think you have no chance at getting what you want, you probably won't get it, but if you believe in yourself, you probably sooner or later will get it.
Quote diatas gw setuju banget...
Emang dari dulu, tiap kesempatan datang menghampiri, langsung gw sabet... dan pedenya lagi, pasti gw yakin gw bisa...
There's no way to be a pesimist...
Pernah juga sih sempet ngerasain jadi orang pesimis...
Gak dapat PMDK, diputusin pacar, en so on... en so on... yah kejadian-kejadian yang bikin gw sedih banget... bikin gw sempet frustasi (?)hehehhe..
Tapi.. apapun itu.. yang pasti bikin gw jadi lebih kuat... lebih semangat menghadapi hidup gw...
Dan, Allah pasti merencanakan sesuatu yang indah buat hidup gw..
So, guys never let the chances go.. cause, they won't knock your door twice...
Dan satu lagi guys, mesti semangat... apapun yang akan kita hadapi didepan... apapun yang terjadi didepan... selama optimis dan mo belajar.. i think it will be fine anyway...
Life is simple, if we make it simple....

dikutip dari blog nya yani...

thanks yan..

Monday, June 07, 2004

arti

aku adalah tiap rintik hujan yang membasahi bumi, kecil, sedikit, tapi berarti

kutipan dari email teman

thanks 'chit

Pasangan dari Tuhan.

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pas angan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya," HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskannya kepadaMu. Adalah suatu ketidak adilan dan ketidak benaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni; tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseoran g yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih bai k, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu."

Ini untuk: yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah, dan yang sedang mencari. 
 
Salam
 
dikutip dari e-mail teman
 
thanks 'chit...