Mutiara Kata

Kegagalan biasanya merupakan langkah awal menuju sukses, tapi sukses itu sendiri sesungguhnya baru merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses *** Di masa muda kita belajar, di masa tua kita mengerti *** Jika air jalinan cinta kita berbeda, Air kita tetap menetes dari awan yang sama, Atau jika nasab kita yang berbeda, Kita disatukan oleh agama Yang kita dudukkan laksana orang tua. Jika pertemuan di dunia itu sudah bermakna, Maka di padang makhsyar pun kita akan berjumpa, Engkau persaudarakan kami di atas cinta kepada Allah, Harta benda tidak akan mempengaruhi persaudaraan ini, (Dr. A’idh Al […]

Wednesday, December 29, 2004

taon baru? ada yang baru ngk dari aku...

well... nampaknya 2004 bakal segera pamit dari kehidupan kita, semoga kebaikan yang telah kita kerjakan dapat ditingkatkan di taon 2005 mendatang.
mari berdoa semoga taon yang baru lebih baik dan berkurang cobaan dari Tuhan.
semoga apa yang kita rasakan saat ini (bencana, terorisme, kerusuhan dsb.) adalah cobaan bukan azab dari Tuhan.
amin ya Rabbal alamin..

Friday, December 24, 2004

berapa lama kita di kubur?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira  di
atas jalanan Menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya  yang
kebesaran melambai lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang  es krim
sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan
kirinya mencengkram ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak
kekanan dan kemudian duduk di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti
Muhammad 19-10-1905:20-01-1965" "Nak, ini kubur nenekmu mari kita  berdo'a
untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan  ayahnya
yang mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti  ayahnya. Ia
mendengarkan ayahnya berdo'a untuk neneknya...

"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya yah." Ayahnya mengangguk
sembari tersenyum sembari memandang pusara Ibu-nya. "Hmm, berarti nenek
sudah meninggal 36 tahun ya yah..." kata Yani berlagak sambil matanya
menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 36
tahun ... "  Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak  kuburan
di sana. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut  "Muhammad
Zaini : 19-02-1882 : 30-01-1910" "Hmm.. kalau yang itu sudah  meninggal 91
tahun yang lalu ya yah" jarinya menunjuk nisan disamping  kubur neneknya.
Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat  mengelus kepala anak
satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang  ayah menatap teduh mata
anaknya. "Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa  kalau kita mati, lalu di
kubur dan kita banyak dosanya, kita akan  disiksa di neraka " kata Yani
sambil meminta persetuj! uan ayahnya. "Iya  kan yah?" Ayahnya tersenyum,
"Lalu?"

"Iya .. kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 36 tahun
dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 36 tahun
nenek senang di kubur .... ya nggak yah?" Mata Yani berbinar karena bisa
menjelaskan kepada ayahnya pendapatnya. Ayahnya tersenyum, namun sekilas
tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas..... "Iya nak, kamu pintar,"
kata ayahnya pendek.

Pulang dari Pemakaman, ayah Yani tampak gelisah di atas sajadahnya,
memikirkan apa yang dikatakan anaknya ... 36 tahun ... hingga sekarang
...kalau kiamat datang 100 tahun lagi ....136 tahun disiksa .. atau
bahagia di kubur .... Lalu ia menunduk ... meneteskan air mata ...

Kalau ia meninggal .. lalu banyak dosanya ... lalu kiamat masih 1000  tahun
lagi berarti ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi wa inna  ilaihi
rooji'un ... air matanya semakin banyak menetes.....Sanggupkah ia  selama
itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan ..kalau 2000  tahun lagi
? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur  .. lalu
setelah dikubur? Bukankah akan lebih parah lagi? Tahankah?  Padahal melihat
adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah  tak tahan?

Ya Allah ...ia semakin menunduk .. tangannya terangkat keatas..bahunya
naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya  .....
Allahumma as aluka khusnul khootimah berulang kali di bacanya doa  itu
hingga suaranya serak ... dan ia berhenti sejenak ketika terdengar  batuk
Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan bambu... dibetulkannya
selimutnya. Yani terus tertidur ...tanpa tahu, betapa sang bapak sangat
berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya .. arti Sebuah
kehidupan... dan apa yang akan datang di depannya...

Wednesday, December 22, 2004

rinduku padamu

Aku mulai rasakan ketenangan, dikala aku kembali kepadaMU, tersirat harapan dalam diri yang lemah. Kerinduanku padaMU membuatku ingin selalu dekat denganMU. Aku merasa seperti terlambat, jauh tertinggal oleh orang-orang disekelilingku. Mereka begitu cepat menemukan nikmat ibadah. Senikmat meneguk air di padang pasir yang kering. Yang mereka akan tetap haus dan haus.
Kerinduanku semakin terasa ketika aku rasakan kekuatan ketika tanganku tersentuh air wudhu, tak lengkap rasanya sebelum memohon ampun kepadaMU.
Ampunilah hambamu yang lemah ini Ya Rabbi...

Wednesday, September 29, 2004

sajadah panjang

kubasuh mukaku, kusucikan pandanganku
kubasuh tanganku, mengharap ridhomu
.....
kubasuh kakiku, tegakkan langkahku ke hadiratmu
ya..... Allah, aku mohon agar setiap mendengar panggilanMu, hatiku tergugah menghadapmu..
berilah kekuatan pada kakiku, pada hatiku dan pada semua diriku.
hilangkan kemalasan dan keraguan padaku.... aku mohon ya Rabbi.... Sesungguhnya Engkau Maha segala-galanya....
berikanlah hidayahmu ya Allah, agar aku menemukan nikmat ibadah.
ya Allah kabulkanlah permintaan ku ini ya Allah....
Amin, amin, ya Rabbal 'alamiin

Monday, September 06, 2004


di kantor sama mas eril......
roni

enak nih ...
roni

Thursday, August 19, 2004

hihiiii jadi malu...

tadi malam habis dari kantor, ada perbaikan internet di rumahnya ibu Devy, pas mau berangkat ehh ada pak Rio Ogawa dateng bawa laptop yang katanya ngk pernah bisa conect internet. akhirnya saya pun setting punyanya pak Rio. sekitar 1 jam komputernya ngk bisa juga conect sedang pak Rio mau buru-buru ke Pizza Night. saya teringat kalo rumahnya pak Rio bersebrangan dengan rumahnya ibu Devy. saya dengan malu-malu minta di drop ke rumahnya ibu devy sambilan pak Rio pulang. pak Rio tidak keberatan, kami pun berangkat ke rumahnya ibu devy. sesampainya disana pak rio bilang kalau mau ditunggu dia akan tunggu, wah jadi ngk enak saya bilang saja kalau saya bisa pulang sendiri. pak Rio pun pergi ke pizza night. saya masuk ke rumahnya ibu Devy, ternyata ibu devy juga pergi ke pizza night..... hihihihiiii... akhirnya terjadi "penungguan" yang lumayan lama sampai pada akhirnya ada telpon dari ibu Devy.. legaaaa, dia bilang kalo saya boleh liatin laptopnya, katanya sih dah disiapin. saya menuju meja dimana laptopnya berada. nah ini dia laptopnya sambil dengan PD nya saya cabut kabel telpon yang masih tersambung ke pesawat telpon untuk dicolokin ke komputer. hahahahahahahah :)) :D ternyata tidak ada port untuk RJ 11 alias lubang buat masukin kabel telpon tersebut. saya cari-cari terus. tapi tidak ada tanda-tanda yang berarti. saya bongkar sana-bongkar sini. tetep nihil. saya hampir putus asa..... "tapi belum kan" hehee saya berfikir ini tantangan saya bilang dalam hati. namun kalo sampai ibu Devy dateng trus saya belum ketemu sama portnya kan susah..... ("gengsi") heheh benernya sih ngk gengsi-gengsi amat soalnya kompie nya kan termasuk kompie yang agak lama//// saya coba cari terus.. dan terus saking keselnya saya pencetin semua yang ada di kompie itu. eh taunya begitu pencet di samping kompie itu keluarlah tempat nyolokin port telpon itu... horeeeeee..... teriak hati saya .... untung saja ketemu... dan tidak lama kemudian ibu devy dan suami datang dengan membawa pizza... wah jadi ngk ketauan kalo tadi dah kebingungan nyari portnya..... bu Devy orangnya baik dan ramah dia menawarkan untuk makan malam, tapi saya bilang nanti aja, padahal udah laper banget tuh. cuman saya bilang ma dia kalo bisa saya dianter sampai di kantor lagi dan dia mengiakannya. akhirnya saya diantar samapi kantor. wah leganya sekaligus laper and ngantuk.

Saturday, August 07, 2004

3 months

tiga bulan berlalu, begitu cepat rasanya aku terbangun dari mimpi yang selalu menghantui setiap tidurku. sejenak aku tak pernah berfikir kalau dirimu akan membangunkanku. aku tertawa dalam lamunanku, berteriak aku dalam heningku. namun aku sadari ini hanya sebuah sapaan yang setiap orang bisa mendapatkannya. tidak seperti sapaan seperti dulu, dimana aku akan mendapatkan kehadirannya dalam darahku. aku sendiri semakin terhempas dalam kenangan bersamamu. ini membuat hidupku yang tenang dalam mimpi, kembali terjaga menghadapi kenyataan ini. aku merasa sendiri sekarang ini. tak tau mesti tersenyum atau menangis. tersenyum karena engkau kembali dalam hidupku, dan tau menangis karena engkau sahabatku. ...
3 bulan yang lalu aku mulai melupakan setiap detik kebersamaan kita. walau sulit aku lupakan semua, namun aku memiliki sesuatu yang baru dalam hidupku. sekarang aku kembali seperti 3 bulan yang lalu.....
ooohh hidup... mampukah aku kembali seperti seminggu yang lalu?
atau kah aku akan seperti 3 bulan yang lalu?

Friday, July 02, 2004

minta maaf

ngk tau mesti berbuat, berkata dan bersikap apa. semuanya seperti fatamorgana yang kita tidak tau mengapa mesti ada, namun hilang tanpa tentu. tak pernah aku impikan setiap detil dari perjalanan hidupku.
beku, kaku dan sendu...... tiap orang melihatku penuh dengan keindahan yang ada. padahal kebusukan menyelimuti, jiwaku. aku tak lebih dari penjaja narkotika yang tidak segan menyakiti korbanku. aku bagai perompak yang tega membunuh pengawalku.... dan masih banyak 'aku-aku' yang tidak bisa aku sebutkan,.
seorang temanku terkagum akan kemandirian hidupku.. iri mereka akan keadaanku.. namun tidak tau kah mereka aku ini.... aku sebenarnya ingin berkata "aku bukan seperti itu" aku ingin, tapi belum dapat aku ucapkan.....
kepada kalian aku utarakan semua ini... ya... kepada kalian. maafkan aku bila telah membuatmu merasa dibohongi, dibodohi olehku ini... aku benar-benar minta maaf...
......@@@@@@......

Sunday, June 20, 2004

Seorang pria dan pasangannya menikah dan acara pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dengan tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia..."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama. Malam itu mereka
sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman. Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir.

"Maaf, apakah aku harus berhenti, sayang?" tanyanya."Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan
semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia. "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata, "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang..."

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... menerima segala kekurangan2 nya... Bahkan ia pun sempat berpikir tentang apa-apa saja dari dirinya yang pasti akan ditulis oleh suaminya... Ia menunduk dan menangis...


Dalam hidup ini, kadang kita merasa dikecewakan dan disakiti Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk,mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita?

dari Email Ochits

Tuesday, June 15, 2004

Passed

When you think you have no chance at getting what you want, you probably won't get it, but if you believe in yourself, you probably sooner or later will get it.
Quote diatas gw setuju banget...
Emang dari dulu, tiap kesempatan datang menghampiri, langsung gw sabet... dan pedenya lagi, pasti gw yakin gw bisa...
There's no way to be a pesimist...
Pernah juga sih sempet ngerasain jadi orang pesimis...
Gak dapat PMDK, diputusin pacar, en so on... en so on... yah kejadian-kejadian yang bikin gw sedih banget... bikin gw sempet frustasi (?)hehehhe..
Tapi.. apapun itu.. yang pasti bikin gw jadi lebih kuat... lebih semangat menghadapi hidup gw...
Dan, Allah pasti merencanakan sesuatu yang indah buat hidup gw..
So, guys never let the chances go.. cause, they won't knock your door twice...
Dan satu lagi guys, mesti semangat... apapun yang akan kita hadapi didepan... apapun yang terjadi didepan... selama optimis dan mo belajar.. i think it will be fine anyway...
Life is simple, if we make it simple....

dikutip dari blog nya yani...

thanks yan..

Monday, June 07, 2004

arti

aku adalah tiap rintik hujan yang membasahi bumi, kecil, sedikit, tapi berarti

kutipan dari email teman

thanks 'chit

Pasangan dari Tuhan.

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pas angan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya," HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskannya kepadaMu. Adalah suatu ketidak adilan dan ketidak benaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni; tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseoran g yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih bai k, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu."

Ini untuk: yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah, dan yang sedang mencari. 
 
Salam
 
dikutip dari e-mail teman
 
thanks 'chit...
 

Saturday, May 29, 2004

rindu

malam semakin larut ketika para pencari nafkah kembali ke barak mereka. deru suara mesin yang membawa mereka dari ketinggian sudah mulai hilang. aku melangkah dengan gontai menuju kantor yang tak jauh dari terminal kedatangan. hujan rintik yang 2 hari terakhir memeriahkan suasana alam menambah indahnya hari ini, namun aku tak merasakannya. aku terlalu rapuh dengan keadaanku sekarang. wajah itu selalu muncul dalam perjalanan tidurku. tak pernah aku merasa nyenyak dalam tidurku. aku sadar bahwa ini keterlaluan, namun harus bagaimana aku sudah tidak mampu lagi medongakkan kepalaku melihat gambar itu. gambar yang selalu membuat mimpi-mimpiku terkubur. haah... aku semakin larut dalam kerapuhanku. sebenarnya apa yang aku cari di muka bumi ini... tidak ada selain keridoannya. ya... ridho dari Tuhan. kepada-Nya seharusnya kita kembali... Ampuni Hambamu yang lupa akan diriMU. yang terlalu banyak meminta tanpa pernah berbuat.
kepada MU aku lapangkan hatiku dan ikhlaskan diriku...
** amiin **

Friday, May 21, 2004

kunang-kunang

Kunang-kunang kau bersinar digelap malam tanpa pernah tau untuk siapa. Begitu tulus pemberianmu sehingga dirimu sendiri tak mengetahui apa yang telah kamu berikan. Masih adakah jiwa yang tulus seperti mu?

Thursday, May 20, 2004

lepaskan....

Laskar-laskar istanaku berlari menyusuri indahnya taman kerajaan. Menyeruak di balik benteng keangkuhanku. Mereka bagai busur panah yang menembus daging hati. Merobek bagian terdalam dari diri. Menyisakan airmata dan derita. Sementara putri-putri menangisi diri mereka yang terkapar di atas singgasana kemegahan dan permadani. Menanti sang pangeran yang akan datang mengangkatnya. Semakin hari, semakin ia menangis. Tak tau kemana lagi ia akan berlindung. Lepaskan, lepaskanlah diri dan sanubari mu, meninggalkan kenangan yang indah. Tak ada apa yang akan tersisa selain kepedihan dan kebebasan jiwa.
Lepaskan dan jangan pernah kau harap lagi...

Sunday, May 02, 2004

kuda putih....

Musim semi menghamparkan ladang-ladang dengan rumput hijau berseri. Alam seakan takjub dengan keajaiban ini. Binatang bersorak-sorai dengan penuh cita, kupu-kupu mulai menetaskan kepompong mereka. Anak petani terlihat santai dengan gembalanya. Kehidupan yang begitu hebat, yang akan segera berganti dengan musim panas.
Aku sendiri menatap kearah gunung yang mulai meregangkan sendi-sendi tubuhnya yang kekar. Menampakkan guratan-guratan keletihan setelah sebelumnya diselimuti salju nan dingin. Pohon-pohon pinus berteriak lantang mengumandangkan pujian kepada penciptanya. Sebagai rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Anak perawan desa berlari menuju sungai yang jernih dan penuh kesejukan, bermain dengan air yang setia mengalir tanpa berharap tuk kembali.
Aku tertegun dengan keikhlasan setiap alam ini, apakah aku sudah mampu seperti mereka? pertanyaan yang seharusnya tidak perlu aku jawab. Aku harus berbuat sesuatu yang bisa orang lain dapatkan tanpa harus aku berharap sesuatu. Hidupku yang penuh kemunafikan yang telah ada pada diriku tak dapat aku hilangkan begitu saja. Kemana aku harus berlari dari diri ku sendiri agar terbebas dari semua ini. Wahai Tuhan ku tunjukkan diriku sebuah jalan yang penuh dengan berkah Mu. Jalan yang selalu Engkau karuniakan di dalamnya kebaikan dan kesempurnaan hidup. Teteskan kepadaku secercah hidayah agar aku bisa melihat jalan-Mu. Aku begitu lupa akan diriku, perbuatanku tak lagi mampu memberiku arti. Yang tersisa tinggal penyesalan, penyesalan yang tak mungkin aku kembalikan. Seperti kuda yang terlahir hitam dengan bulu-bulu yang mengkilap tak akan mampu berubah menjadi seekor kuda putih....

Saturday, May 01, 2004

bimbang

Ku buka lembaran di otak-ku dan kucoba menorehkan tinta emas. Berharap akan terjadi perubahan dalam takdirku. Setiap malam ku terjaga bersama bayang-bayang dirimu. Namun tak satupun dapat aku tangkap. Begitu jauh dirimu meninggalkan ku. Aku tak sanggup mengejar bayang-bayang diriku yang selalu mendahuluiku.
Tak terhitung berapa kali aku menyebut namamu, dalam ketiadaan daya dan kemiskinan jiwa. Emosiku hilang berbaur dengan perihnya sobekan hati ini. Darahku kental, hitam dan berdesir ketika mengingat akan-mu. Begitu dahsyat guncangan yang aku alami sehingga tak sanggup lagi aku menengadahkan kepala melihat indahnya langit biru. Langit yang selalu ceria dan awan yang selalu bermain-main dengan angin.
Kucoba kembali kepada diriku sebenarnya dengan kencana ingatan..... ingatkah aku pada kejamnya kehidupan, kepada raja yang memenggal sang penghianat, kepada para pecinta sejati?
Aku terus tersenyum kepada orang disekitarku, kepada roda-roda pedati petani bahkan pada setiap binatang yang meneriaki-ku. Aku tersenyum, ikhlas, tulus dan akan tetap tersenyum.....

Friday, April 30, 2004

Mawar Al Hany 14+

Sore yang indah. Surya begitu gagahnya sehingga awan tak mampu membendung cahayanya. Lambaian sepoi daun kelapa dan bunyi deburan ombak yang tak henti-hentinya membuat suasana begitu indah. Tak begitu dengan hatiku. Hati yang hancur dan pilu. Sesuatu harus diakhiri disini. Di tempat yang Indah ini.
Lembar demi lembar aku baca surat itu. Tak habis pikir akupun mengerti apa yang sedang terjadi. Begitu singkat dan penuh tanda-tanya, apa yang telah aku perbuat sehingga tak ada kata untuk berharap. Kutatap dirinya yang telah menjauh di sampingku. Tatapan yang penuh pengharapan akan pengampunan. Tak sanggup aku melihat mata hatinya yang begitu tulus telah memberikan aku pengalaman selama ini. Tak sanggup aku melihat betapa benci matanya melihatku yang tak pernah bisa mengerti akan dirinya. Tak sanggup aku rentangkan tangan ini untuk merangkul dirinya yang begitu marah kepadaku.
Ku angkat mukaku dan bertanya, apakah ini harus terjadi?. dan mengapa harus saat ini? tidak adakah hari esok ketika fajar tidak terbit dan ketika siang tidak pernah ada bahkan malam yang tak kunjung tiba....? mengapa harus saat ini, ketika hatiku merasakan kebhaagian hidup, kedewasaan pria sebagai pelindungmu. Mengapa di tempat ini yang begitu indah saat itu... apakah tidak bisa di tempat lain yang tidak akan menyisakan suatu kenangan yang akan menyakitkan bila di kenang.... mengapa tidak dari dulu ketika aku belum mengucapkan "kata itu".
Malam begitu sunyi... dingin dan penuh misteri. Adakah sosok jiwa akan bertandang ke dalam mimpiku dan memberikanku sebuah pujian? Adakah sebuah mimpi yang akan menyadarkan aku dari mimpiku sebenarnya...? Ah.. ternyata aku tak bermimpi.... kudapati diriku menangis, tercabik hatiku dalam setiap keterjagaanku. Inikah rasanya jauh dari cinta?.......