Laskar-laskar istanaku berlari menyusuri indahnya taman kerajaan. Menyeruak di balik benteng keangkuhanku. Mereka bagai busur panah yang menembus daging hati. Merobek bagian terdalam dari diri. Menyisakan airmata dan derita. Sementara putri-putri menangisi diri mereka yang terkapar di atas singgasana kemegahan dan permadani. Menanti sang pangeran yang akan datang mengangkatnya. Semakin hari, semakin ia menangis. Tak tau kemana lagi ia akan berlindung. Lepaskan, lepaskanlah diri dan sanubari mu, meninggalkan kenangan yang indah. Tak ada apa yang akan tersisa selain kepedihan dan kebebasan jiwa.
Lepaskan dan jangan pernah kau harap lagi...
Mutiara Kata
Thursday, May 20, 2004
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comment:
jelek banget....
kalo bisa pake bahasa yang lebih sederhana///
Post a Comment