Ku buka lembaran di otak-ku dan kucoba menorehkan tinta emas. Berharap akan terjadi perubahan dalam takdirku. Setiap malam ku terjaga bersama bayang-bayang dirimu. Namun tak satupun dapat aku tangkap. Begitu jauh dirimu meninggalkan ku. Aku tak sanggup mengejar bayang-bayang diriku yang selalu mendahuluiku.
Tak terhitung berapa kali aku menyebut namamu, dalam ketiadaan daya dan kemiskinan jiwa. Emosiku hilang berbaur dengan perihnya sobekan hati ini. Darahku kental, hitam dan berdesir ketika mengingat akan-mu. Begitu dahsyat guncangan yang aku alami sehingga tak sanggup lagi aku menengadahkan kepala melihat indahnya langit biru. Langit yang selalu ceria dan awan yang selalu bermain-main dengan angin.
Kucoba kembali kepada diriku sebenarnya dengan kencana ingatan..... ingatkah aku pada kejamnya kehidupan, kepada raja yang memenggal sang penghianat, kepada para pecinta sejati?
Aku terus tersenyum kepada orang disekitarku, kepada roda-roda pedati petani bahkan pada setiap binatang yang meneriaki-ku. Aku tersenyum, ikhlas, tulus dan akan tetap tersenyum.....
Mutiara Kata
Saturday, May 01, 2004
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment